|
|
 |
Potensi Energi |
 |
Hasil pertambangan di Provinsi Bali selama ini hanya berasal dari bahan tambang Galian C. Produksi pertambangan galian C pada
tahun 2000 mencapai 13 892 362 m3, selanjutnya di tahun 2001 sedikit menurun dengan produksi sebesar 13 890 577 m3, kemudian pada tahun 2002 produksi tambang ini naik tajam menjadi 20 871 421 m3.
Sementara Sumber energi listrik yang dimiliki Bali hanya berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Jumlah PLTD di tahun 2000 mencapai 21 unit, selanjutnya di tahun 2001 – 2002 jumlah PLTD tidak mengalami perubahan yaitu sebanyak 23 unit. Jangkauan listrik di daerah pedesaan sudah mencapai 100 persen. Sedangkan untuk pelayanan bahan bakar di Bali khususnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada tahun 2001 telah mencapai 77 buah dan pada tahun 2002 tempat pelayanan SPBU bertambah menjadi 86 buah.
Hasil pertambangan di Provinsi Bali selama ini hanya berasal dari bahan tambang Galian C. Produksi pertambangan galian C pada
tahun 2000 mencapai 13 892 362 m3, selanjutnya di tahun 2001 sedikit menurun dengan produksi sebesar 13 890 577 m3, kemudian pada tahun 2002 produksi tambang ini naik tajam menjadi 20 871 421 m3.
Sementara Sumber energi listrik yang dimiliki Bali hanya berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Jumlah PLTD di tahun 2000 mencapai 21 unit, selanjutnya di tahun 2001 – 2002 jumlah PLTD tidak mengalami perubahan yaitu sebanyak 23 unit. Jangkauan listrik di daerah pedesaan sudah mencapai 100 persen. Sedangkan untuk pelayanan bahan bakar di Bali khususnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada tahun 2001 telah mencapai 77 buah dan pada tahun 2002 tempat pelayanan SPBU bertambah menjadi 86 buah. |
|
 |
 |
 |
|
|
|