 |
Kabupaten Klungkung |
 |
Kabupaten yang terkecil di Provinsi Bali ini terletak di antara 115 0 21’ 28” BT - 1150 37’ 43” BT dan 80 27’ 37” LS - 80 49’ 00” LS, dengan batas-batas wilayahnya adalah sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Karangasem, sebelah utaranya berbatasan dengan Kabupaten Bangli, sedangkan Kabupaten Gianyar di sebelah barat serta Samudera Indonesia membatasi wilayah selatan dari Kabupaten Klungkung.
Kabupaten Klungkung mempunyai luas wilayah 315,00 Km2 atau 31.500 Ha, dimana hanya ± 112,16 Km2 terletak didaratan Pulau Bali dan sisanya 202,84 Km2 lagi merupakan daerah kepulauan yaitu Pulau Nusa Penida, Lembongan dan Ceningan.
Kabupaten Klungkung berpenduduk 155.679 jiwa yang terdiri dari penduduk perkotaan adalah 51.452 jiwa dan penduduk perdesaan adalah 104.227 jiwa.
Keadaan topografi daerah Kabupaten Klungkung adalah tidak rata dan menunjukkan bukit bergelombang dan di selatannya merupakan dataran rendah. Sedangkan untuk daerah Nusa Penida mempunyai topografi Karst (bukit yang bergelombang dengan batuannya terdiri dari batu gamping).
Curah hujan rata-rata untuk Kabupaten Klungkung termasuk Pulau Nusa Penida adalah 1.872 mm / th.
Geologi daerah tersebut sebagian besar terdapat di daerah Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Ceningan yang tergabung dalam formasi Selatan yang terdiri dari batu gamping, terbentuk pada periode Tersier / Pliosen – Miosen.
Formasi Ulakan yang terdiri dari breksi gunung api, lava, tufa dengan sisipan batuan gamping, terdapat di sebelah timur kota Semarapura tepatnya di Desa Besan, yang berumur Tersier / Miosen Bawah.
Sebagian besar daerah Kabupaten Klungkung yang berada di daratan Pulau Bali hampir tertutupi oleh tufa dan endapan lahar Buyan – Bratan dan Batur yang diperkirakan berumur Kwarter. Sedangkan batuan yang muda terbentuk di daerah tersebut yaitu batuan yang berasal dari erupsi Gunung Agung, yang terdiri dari lava, pasir, kerikil, boulder dan terdapat di sepanjang Tukad Unda dan Tukad Bangka bahkan penyebarannya sampai ke Desa Jumpai, Tangkas, Gunaksa dan sekitarnya.
Pemanfaatan air bawah tanah terbanyak untuk daerah tersebut yaitu daerah Nusa Penida terutama di Nusa Lembongan dan Ceningan, karena kedua daerah tersebut merupakan daerah wisata, namun kualitas airnya kurang mendukung (payau-asin). Sedabgkan untuk kegiatan penambangan berada di Desa Gunaksa Kecamatan Dawan dengan jenis material : batukali, pasir, sirtu, koral dan gravel. Pada awal tahun 2003 ini, Pemerintah Kabupaten Klungkung berencana akan menutup lokasi penambangan di Desa Gunaksa untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah karena kegiatan penambangan tersebut telah mengakibatkan tinggi permukaan di areal penambangan berada di bawah permukaan air laut.
1. Kab. Badung
2. Kab. Gianyar
3. Kab. Bangli
4. Kab. Klungkung
5. Kab. Karangasem
6. Kab. Buleleng
7. Kab. Jembrana
8. Kab. Tabanan
9. Kota Denpasar |
|
 |
 |
 |
|
|